Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
0838-6918-5523
pantiasuhanalhakim@gmail.com

Kegiatan Membaca Al-Ma’tsurat di Panti Asuhan Al-Hakim

Panti Asuhan Al Hakim Sinar Melati Yogyakarta - Berani Hidup Berakhlak Mulia

Kegiatan Membaca Al-Ma’tsurat di Panti Asuhan Al-Hakim

Santri Panti Asuhan Al-Hakim dalam kegiatan membaca Al-Ma'tsurat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillah, kali ini kami akan sedikit menjelaskan tentang salah satu rutinitas harian kami di Panti Asuhan Al- Hakim ini, yaitu pembacaan membaca Al-Ma’tsurat bersama – sama. Tapi sebelum itu, apa itu Al-Ma’tsurat?

Santri Panti Asuhan Al-Hakim dalam kegiatan membaca Al-Ma'tsurat

Al-Ma’tsurat adalah sebuah kumpulan dzikir dan juga wirid yang diambil dari nash – nash yang ada di dalam Al Qur’an, serta sunnah – sunnah Nabi صلى الله عليه و سلم. Selanjutnya dzikir dan wirid tersebut diajarkan oleh beliau صلى الله عليه و سلم kepada sahabat – sahabatnya, kemudian tabi’in, tabi’ut-tabi’in, dan para salafushalih. Zikir dan wirid yang diamalkan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan yang diajarkan oleh beliau صلى الله عليه و سلم kepada para sahabat semasa hayat beliau dinamakan dengan al-azkar wa al-aurad alma’tsurat, yaitu dzikir – dzikir dan wirid Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang merupakan syariat dan juga sunnah Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang semestinya diikuti.

Perhatikanlah ayat di bawah ini.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا .

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.(Al Ahzab : 41-42).

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memerintahkan kepada setiap manusia yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk berdzikir kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan sebanyak-banyaknya. Ayat ini tidak menegaskan kepada kita apakah dzikir itu dilakukan secara individu/sendiri atau pun berjama’ah, bahkan jumlah dari bacaan dzikir tersebut  pun tidak ditetapkan oleh-Nya. Artinya, kita boleh memilih apakah dzikir itu kita lakukan sendiri atau bersama dengan orang-orang beriman lainnya.

Kita juga diberi kebebasan yang sangat besar oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dalam menentukan jumlah bacaan dzikir yang ingin kita lantunkan, apakah itu 3 kali, 33 kali, 100 kali, 1000 kali atau berapa pun yang dapat kita lakukan. Mari kita simak hadits berikut.

عَنْ أَبِي هُريْرةَ وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عنْهُمَا قَالاَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Dari Abu Hurairah dan dari Abu Sa’id al-Khudri رَضِيَ اللهُ عنْهُمَا berkata, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda : “Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan diliputi oleh para malaikat, dan Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka, memberikan ketenangan hati dan memujinya di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.(HR. Muslim)

Hadits ini secara tegas mengatakan bahwa jika ada suatu kaum yang berkumpul dalam suatu majelis sambil berdzikir kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, maka majelis tersebut akan didatangi oleh para malaikat, mendapatkan rahmat serta sakinah dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan juga di sanjung oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.

Kata “قَوْمٌ” pada hadits di atas tentu saja tidak akan bisa diartikan hanya sebagai satu orang, pastilah sejumlah orang, yakni lebih dari satu orang. Jadi, apabila ada sejumlah orang berkumpul dalam satu majelis lalu mereka berdzikir, bukankah ini disebut sebagai dzikir bersama atau berjama’ah?

Leave a Reply

WhatsApp WhatsApp kami!