Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
0838-6918-5523
pantiasuhanalhakim@gmail.com

Apakah Orang-orang Non-Muslim Bisa Masuk Surga?

Panti Asuhan Al Hakim Sinar Melati Yogyakarta - Berani Hidup Berakhlak Mulia

Apakah Orang-orang Non-Muslim Bisa Masuk Surga?

 

Assalamualaikum!
Saya menjumpai banyak dari teman-teman saya yang beragama Islam yang menganggap bahwa orang-orang selain Islam, termasuk Kristen, Buddha, dan Hindu tidak akan dapat masuk ke dalam surga karena tergolong orang-orang kafir. Dengan beranggapan seperti itu, mereka sering menyindir teman-teman mereka yang non-muslim sebagai kelompok yang hidup sia-sia, karena sebaik apapun mereka di dunia ini, mereka tidak akan dapatkan balasan surga setelah hari kiamat.

Saya menulis artikel ini ingin lebih menjelaskan pandangan umat Islam mengenai siapa-siapa saja yang dikehendaki Allah (Tuhan dalam Islam) untuk masuk ke dalam surga-Nya. Untuk itu, saya akan mengambil beberapa referensi.

1. Surat Al-Fatihah

Di dalam surat Al-Fatihah ini, ada dua ayat yang terjemahan isinya sebagai berikut, “Tunjukkilah kami jalan yang lurus,” dan “(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ada kata yang menarik pada ayat ini, karena Allah membedakan antara orang-orang yang Ia murkai dengan orang-orang yang sesat. Sesudah bertanya kepada beberapa ustadz saya di panti, dapat diperkirakan bahwa (menurut Islam) orang-orang yang dimurkai oleh Allah adalah orang-orang Yahudi, karena telah menolak ajaran Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad s.a.w serta menuduh Nabi Isa a.s. sebagai Masih/Messiah palsu. Padahal, Nabi Isa a.s. pada saat itu telah menunjukkan mukjizat-mukjizat yang menandakan bahwa ia adalah seorang Nabi dan Masih bagi kaum Israel.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sesat? Sesat atau tersesat ialah situasi di mana seseorang tidak mengetahui apa yang sebenarnya adalah kebenaran. Contohnya jika kita baru mengunjungi sebuah daerah baru, pasti kita akan bingung dan akan tersesat. Orang-orang yang disebutkan secara utama pada ayat ini dapat dikatakan ialah umat Kristiani. Perbedaan yang mendasar pada ajaran Islam dan Kristen adalah mengenai siapa itu Yesus/Nabi Isa. Umat Kristen percaya bahwa Yesus/Nabi Isa adalah bagian dari Allah (Spirit OF God), atau bisa dikatakan jelmaan Allah dalam bentuk manusia.

Di dalam Islam, Nabi Isa a.s. adalah manusia yang istimewa karena ruh nya ditiupkan langsung oleh Allah ke rahim Maryam/Maria, karena itulah dalam islam Nabi Isa a.s. disebut sebagai “Ruh dari Allah” (The Spirit FROM God), bukan ruhnya Allah. Umat Islam percaya bahwa Nabi Isa a.s. tidak pernah disalib, melainkan diangkat ke surga-Nya, sedangkan yang disalib adalah Judas. Di dalam ajaran Kristen, Nabi Isa a.s. disalib untuk menebus dosa umatnya. Pandangan umat Kristen mengenai disalibnya Nabi Isa a.s. ini kemungkinan besar terbentuk karena sebagian pengikut Nabi Isa a.s. saat itu tidak mengetahui bahwa Nabi Isa a.s. telah diselamatkan oleh Allah, sedangkan mereka salah mengira Judas yang wajahnya telah di mirip kan dengan Nabi Isa a.s. sebagai Nabi Isa a.s. yang asli. Kepercayaan ini kemudian diturunkan ke penerus-penerus generasi mereka.

Berdasarkan hal tersebut, dapat kita lihat bahwa sebenarnya umat Kristiani ingin sekali menapaki jalan Allah yang lurus, tetapi nenek moyang mereka sempat keliru dengan ajaran-Nya. Kekeliruan ini kemudian turun-temurun menjadi paham yang membuat mereka berbeda dari umat Islam. Di dalam Al-Qur’an disebutkan, bahwa yang akan masuk surga adalah yang beriman kepada Allah dan yang akan masuk neraka adalah orang yang lalai dan ingkar terhadap ajaran Allah. Berdasarkan ayat tersebut, dapat diperkirakan bahwa bisa saja Allah memberikan ampunan kepada umat Kristiani yang telah tersesat selama hidupnya. Namun tentunya, amal mereka juga akan ditimbang. Tidak mungkin seorang manapun termasuk Muslimin, jika amal perbuatan di dunianya buruk, akan bisa masuk surga tanpa melewati neraka.

2. Kembalinya Nabi Isa a.s.

Umat Islam percaya bahwa Nabi Isa a.s. akan kembali ke dunia beberapa puluh tahun sebelum hari kiamat untuk memberantas kejahatan yang disebarkan oleh Dajjal. Nabi Isa a.s. juga akan memberikan penjelasan mengenai siapa dirinya sebenarnya kepada seluruh umat, termasuk umat Yahudi yang sebelumnya mengingkari nya. Orang-orang yang mempercayainya niscaya akan termasuk ke dalam orang-orang yang selamat, sedangkan orang yang tidak mempercayainya akan termasuk orang-orang yang ingkar dan kafir, karena telah menolak ajaran dari Nabi secara langsung (Setelah kedatangan Nabi Isa a.s., tidak ada lagi istilah “Tidak pernah mendengar Islam” dan semacamnya karena Nabi Isa a.s. telah berusaha menyampaikan kebenaran sejelas mungkin.).

Lalu bagaimana dengan orang-orang di masa tidak ada Nabi? Bagaimana juga dengan orang yang dari lahir sampai meninggal tidak pernah mengetahui dengan jelas apa itu Islam? Bagaimana dengan penganut agama yang tidak menyembah Allah (agama selain Islam, Kristen, Katolik)?

Ustadz Abdurraheem Green pernah memberikan penjelasan dalam salah satu ceramahnya, bahwa di hari pembalasan nanti, akan ada orang-orang yang mendatangi Allah untuk protes. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa di masa mereka hidup, tidak ada Nabi yang sedang menyebarkan wahyu(seperti di zaman setelah Nabi Isa a.s. diangkat ke surga di mana belum lahirnya Nabi Muhammad S.A.W). Ada pula diantara mereka yang akan bersaksi bahwa selama hidup, mereka tidak pernah mendapatkan informasi mengenai Islam secara jelas.

Untuk menjawab protes dari orang-orang tersebut, Allah akan mengirimkan seorang Nabi kepada mereka yang akan berkata, “Kalian masuklah ke neraka, maka Allah akan membuat apinya dingin khusus bagi kalian.”. Apa maksud dari kalimat ini? Tentu ini adalah sebuah ujian, apakah mereka akan menuruti perintah Allah tersebut? Jika mereka menuruti, maka tentunya akan diselamatkan oleh Allah ke dalam surga-Nya. Jika tidak, celakalah mereka masuk ke dalam neraka.

Di zaman Nabi Muhammad s.a.w. juga pernah diceritakan bahwa ada seorang yang tidak beragama yang telah membunuh seratus orang semasa hidupnya, ingin mencari KEBENARAN. Ketika ia sampai di rumah Nabi Muhammad s.a.w., sang Nabi sedang sholat. Ternyata, setelah Nabi selesai sholat, orang tersebut sudah meninggal. Ketika para malaikat berdebat akan nasib orang tersebut, Allah memerintahkan para malaikat untuk mengukur langkah orang tersebut semasa hidup. Ternyata, langkah orang tersebut menuju kebenaran lebih banyak SATU langkah daripada langkahnya menuju kejahatan. Maka, Allah menginginkan orang tersebut untuk selamat masuk ke surga-Nya. Orang tersebut belum Islam, bahkan tidak beragama. Tetapi karena orang itu berusaha mencari kebenaran, ia diberikan hadiah oleh Allah.

Jadi, dapat diperkirakan bahwa akan ada sebagian orang yang tidak beragama Islam semasa hidupnya, tetapi tetap mendapatkan pengampunan dari Allah. Orang-orang tersebut sudah saya jelaskan di atas tadi. Adapun ini semua adalah hasil analisis saya berdasarkan referensi-referensi yang ada, yakni Alquran dan Ulama-Ulama. Semoga kita sebagai umat Islam tidak sombong dan merasa paling suci karena sudah dijanjikan surga oleh Allah. Sebaliknya, kita harus berusaha untuk menyebarkan kebenaran Islam agar saudara-saudara kita bisa mendapatkan pencerahan.

Terimakasih,

Wassalamuaialum.

 

Leave a Reply

WhatsApp WhatsApp kami!