Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
0838-6918-5523
pantiasuhanalhakim@gmail.com

Ikhlas Beramal dalam Kehidupan Sehari-Hari

Panti Asuhan Al Hakim Sinar Melati Yogyakarta - Berani Hidup Berakhlak Mulia

Ikhlas Beramal dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata ikhlas berasal dari bahasa Arab yaitu akhlasa yang mempunyai arti bersih, lurus dan suci.

Allah SWT telah memerintahkan kepada hambanya  untuk selalu berbuat ikhlas dalam melaksanakan berbagai amal perbuatannya.

Dalam pembahasan ini Ikhlas merupakan amalan hati yang dimana harus ada dalam setiap amal kita, ikhlas pula terjadi karena suatu proses amal hati yang dipengaruhi oleh amal yang terus menerus kita lakukan, Allah berfirman dalam surat Al-Bayyinah ayat 5 yang berbunyi ;

Artinya ;

“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali beribadah dalam keadaan ikhlas menjalankan agama yang bersih dari syirik”(QS:Al-Bayyinah:5)

Dalam bahasa aqidah, ikhlas masuk dalam kategori aqidah uluhiyyah, artinya meyakini allah dengan segenap perasaan dan sikap cinta, takut, patuh, rindu dan lainnya, dengan menanamkan sikap tersebut dalam kehidupan kita Allah akan menumbuhkan sikap tangguh dan tegar dalam menghadapi perihal kegetiran dalam hidup

Karena hakikatnya Allah tidak akan menguji suatu hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupan hambanya, ketika kita sudah cinta dengan Allah hal-hal apapun yang Allah berikan kepada kita, kita akan menganggap bahwa ini adalah bukti cintanya Allah, Dia ingin melihat hambanya kuat disisi lain Dia akan selipkan pahala untuk kita, tetapi jangan berharap ada cinta dari Allah kalau kita tidak banyak bersama Allah dengan berdzikir dan ketaatan kepadanya.

Rasa cinta seperti inilah yang menghadirkan rasa ikhlas. Berikut  ciri-ciri keikhlasan yaitu:

  • Berlangsungnya amal dalam waktu yang panjang sampai akhir hayat.
  • Sama saja baginya antara pujian dengan kritikan.
  • Pujian tidak menambah semangat dan kebanggan terhadap dirinya, kritikan pun tidak mengurangi semangat apalagi sampai menghentikan amal.
  • Keiklasan ini hanya ada dalam diri manusia yang sudah terjalin cinta yang dalam dengan Allah ketika beramal tidak tergantung kepada makhluk. Jadi, cinta yang murni akan menghasilkan keikhlasan.

Yang paling utama dalam usaha meraih keikhlasan adalah senantiasa memohon pertolongan kepada Allah. Karena sesungguhnya setiap manusia itu lemah tidak bisa meraih kebaikan yang dia harapkan, kecuali dengan pertolongan dan taufik dari Allah. Dan setiap kali sholat , kita senantiasa mengikrarkan firman Allah yang berbunyi;

 إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam proses menuju ikhlas, yaitu:

Berusaha terus mendekatkan diri kepada Allah.

Harus ada mujahadah dan melatih diri untuk bergantung hanya kepada Allah. Mengapa? Karena bila berharap kepada mahkluk tidak akan memberikan kepuasan dan kebahagiaan hakiki.

Contoh perilaku ikhlas dalam kehidupan sehari hari ;

  1. Ikhlas dalam beribadah

Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Maka dari itu, manusia mempunyai tanggung jawab untuk bisa beribadah kepada Allah SWT. Ibadah kepada Allah SWT tentu harus dilakukan dengan ikhlas.

  1. Ikhlas dalam mengerjakan tugas

Tugas menjadi salah satu tanggung jawab yang harus bisa diselesaikan oleh seseorang. Maka dari itu, tugas yang kamu terima, hendaknya bisa diselesaikan dengan tepat dan ikhlas.

  1. Ikhlas dalam memberi pertolongan

Di saat orang lain  membutuhkan bantuan, maka kita harus berusaha membantu orang tersebut dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Ikhlas menjadi syarat diterimanya amalan

Karena amal yang diterima Allah adalah yang terpenuhi padanya dua syarat; ikhlas dan mutaba’ah (kesesuaian dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Sedangkan amalan yang tidak terpenuhi kedua syarat tersebut atau salah satunya, maka amalan itu tertolak.

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “Sesungguhnya apabila suatu amalan itu ikhlas namun tidak benar, maka tidak akan diterima. Dan apabila amalan itu benar namun tidak ikhlas, juga tidak akan diterima. Sampai amalan itu ikhlas dan juga benar. Amalan yang murni adalah yang hanya ditujukan untuk Allah, sedangkan yang benar adalah yang sesuai dengan sunnah (tuntunan)

Maka jangan pernah ragu untuk melakukan hal apapun, karena iklas itu perkara antara diri kita dengan Allah.

Semoga dalam pembahasan diatas  Allah swt menjadikan kita semua orang orang yang Ikhlas Aamiin.

 

 

Leave a Reply

WhatsApp WhatsApp kami!