Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
0838-6918-5523
pantiasuhanalhakim@gmail.com

sedekah yang benar

Panti Asuhan Al Hakim Sinar Melati Yogyakarta - Berani Hidup Berakhlak Mulia

sedekah yang benar

Assalamualaikum wahai saudaraku, bertemu lagi dengan saya pada artikel yang membahas tentang sedekah yang benar

ma’asyiral muslimin

Apa artinya sedekah?

Sedekah yang benar itu sederhana. Sedekah yang benar itu tidak harus dalam bentuk harta. Karena kamu senyum kepada orang lain saat berpapasan di jalan saja itu sudah termasuk sedekah. “Memberikan senyenyuman kepada sesama sesama adalah sedekah sedekah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dzar.)

Sedekah Berasal dari bahasa Arab, yaitu shadaqoh . Sedekah mempunyai arti yaitu memberikan sesuatu kepada orang lain secara sukarela juga ada batasan jumlah dan batas waktu tertentu. Dapat dikatakan bahwa sedekah adalah amalan baik yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Sejalan dengan itu tak dipungkiri apabila ada sebuah ungkapan tangan di atas lebih baik di bawah tangan dan berlombalah dalam bersedekah. Kalimat tersebut merupakan motivasi untuk manusia, khususnya umat Islam selalu berbagi dalam keadaan suka maupun duka.

Karena, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan cara bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan. Selain untuk berbagi dan sebagai bekal amal di akhirat, sedekah bertujuan untuk menyucikan harta. Sedekah tak harus dilakukan pada saat membayar zakat atau infak. Dimana pun dan kapan pun kamu bisa bersedekah, yang terpenting niatkan hatimu. Besar kecilnya urusan Allah SWT. Ganjarannya adalah amalan baik.

Sedekah yang benar pada islam

Dalam Islam sedekah atau berbagi kepada sesama adalah salah satu bukti bahwa hambanya bertakwa kepada Allah SWT. Karena Rasulullah dalam Hadis HR. Tirmidzi dan Hadis Hasan Shahih bersabda, “bertakwalah kepada Allah SWT di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan peringatan, niscaya peringatan tersebut akan menghapuskan keburukan. Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia. ” Hadis tersebut mengandung tiga wasiat Nabi yang sangat penting, yakni wasiat tentang hubungan secara vertikal manusia kepada Allah dan hubungan  sesama manusia

Tidak melakukan amal soleh adalah wasiat Nabi yang kedua. Dosa kecil dapat terhapuskan dengan perbuatan baik, yakni bersedekah. Ketika kamu terjerumus dalam dosa dan maksiat wajib bagimu untuk segera bertaubat. Dengan cara tidak melakukan lagi dan salah satunya dengan bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan.

Wasiat Nabi yang ketiga adalah memiliki akhlak mulia. Akhlak mulia dalam arti hubungan antar sesama manusia . Cara yang paling mudah adalah dengan tersenyum diiringi wajah yang berseri ketika bertemu dengan orang lain dan bertegur sapa. Karena itu Rasulullah mengaitkan antara akhlak mulia dengan iman yang sempurna.

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya,” HR. Tirmidzi dan hadis Shahih. Dengan memiliki akhlak yang mulia, secara otomatis akan dicintai oleh manusia lainnya, terlebih lagi Allah dan Rasulullah.

Bukhari juga menyebutkan Rasulullah bersabda, “batu, duri dan tulang dari tengah jalan adalah sedekah bagimu.” Lalu, Rasulullah bersabda dalam HR Ibnu Majah, “kesalahan ada satu pekerjaan yang paling mulia dilakukan oleh seseorang pekerjaan yang dilakukan dari sendiri. Dan berbicara seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya, melainkan akan menjadi sedekah. ”

Balasan Allah untuk orang yang bersedekah

  1. Menghapus dosa-dosa.

“Sedekah dapat menyelamatkan dosa air memadamkan api,” HR Tirmidzi, shahih Al Albani, 614.

  1. Mendapat perlindungan oleh Allah SWT dihari akhir.

Rasulullah bercerita tentang tujuh jenis manusia yang mendapat perlindungan atau naungan dari Allah SWT pada hari akhir. Salah satu manusia yang mendapatkannya adalah “seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia kompleks amalnya sampai-sampai tangan kirinya tidak melihat apa saja yang disedekahkan oleh tangankanannya.” (HR Bukhari no. 1421)

  1. Keberkahan hidup dan tidak berkurang.

Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan dua hal, yakni hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka percayakan harta menjadi tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan.

  1. Dilipatgandakan pahalanya.

Secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka turunlah turunnya kehidupan yang tertutupi pahala yang didapat dan didapat dari hal ini akan dilipat-gandakan. Allah berfirman “sebenarnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

  1. Dimasukkan ke dalam surga khusus untuk hamba yang bersedekah.

Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka berdedikasi, ia akan dipanggil dari pintu salat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. (HR. Bukhari no. 3666).

  1. Bebas dari siksa kubur dan api neraka.

Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita dari api nereka. Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah. (HR. Bukhari 6539, Muslim 1016). Rasulullah juga bersabda “sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur”. (HR. Tabrani, Shahih At Targhib, 873).

  1. Hati yang bahagia.

Rasulullah menjelaskan perumpaan antara orang yang pelit dan dermawan atau bersedekah. “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, karena sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, karena pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa. (HR. Bukhari no. 1443)

  1. Amalan yang tak terputus hingga akhir hayat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda “hubungan anak cucu adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yakni amal jariyah, anak yang soleh yang memohonkan ampunan ampunan (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya”.

  1. Dapat memanjangkan umur.

Nabi SAW bersabda “sebenarnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri”. (HR. Tabrani)

  1. Menghindarkan dari segala marabahaya.

Sedekah itu merupakan penolak bala, penyubur pahala, menahan musibah, dan kejahatan serta rezeki yang dilipat-gandakan oleh Allah SWT. Rasulullah bersabda “bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah. ”Dari Nabi SAW Bersabda“ sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan. ”

One Response

Leave a Reply

WhatsApp WhatsApp kami!